PROSTITUSI ONLINE PERDAGANGAN ANAK DIBAWAH UMUR, KONFRENSI PERS

Bengkulu, gemawasbinews.com – Setelah pengerebekan yang dilakukan oleh tim Macan Gading Polresta  Bengkulu pada Minggu, 2 Oktober 2022 dini hari pukul  01.50 wib  diamankan  4 tersangka  yakni seorang remaja laki-laki MRA 15 tahun,  dan 3 orang wanita yang masih dibawah umur yakni NAR   16 tahun , AR 18 tahun dan EL 16 tahun // dan sejumlah barang bukti yang turut diamankan  diantaranya handphone berisi aplikasi michat , buku tamu hotel hingga uang tunai 50 ribu rupiah hasil dari perdangangan korban

Para tersangka melakukan  persetubuhan terhadap anak dan exploitasi  terhadap anak dibawah umur yang masih berusia 13 tahun  berstatus pelajar kelas dua smp ini di jual untuk melayani pria hidung belang menggunakan aplikasi michat yang dilakukan di hotel yang berada dikawasan pantai panjang kota bengkulu

Kejadian berawal pada rabu 21 september 2022 dan kamis 22 september 2022 di dua kamar hotel berbeda yakni hotel Pataya dan kamar hotel Oasis, mra merupakan teman lelaki korban, bersama tersangka ar menjemput korban di depan kediaman korban tanpa sepengethuan keluarga dan orang tua korban, kedua nya mengajak korban untuk menginap disalah satu kamar hotel  oasis yang ada dikawasan pantai panjang  disana mra menyetubuhi korban  dan tersangka ar mengajak korban menginap dikamar hotel hampir satu pekan dan oleh ar korban dijual kepada tamu lelaki hidung belang menggunakan aplikasi michat dengan tarif 200 hingga 300 ribu rupiah dari  hasil menjual korban ar mendapatkan uang sebesar 50 ribu hingga 100 ribu rupiah untuk satu kali kencan melayani tamu

Kemudian korban diajak pindah ke hotel pataya  masih dikawasan pantai panjang  di sana korban juga dijual oleh tersangka nard an el menggunakan aplikasi michat untuk menawarkan korban dan dirinya kepada tamu

Dalam konfrensi pers  yang digelar di mapolresta bengkulu hanya memperlihatkan dua orang tersangka  yakni mra dan nar untuk dua tersangka lain el baru memiliki seorang bayi pada awal september lalu sementara ar dalam kondisi hamil dan belum dapat dihadirkan untuk konfrensi pers

Akibat perbuatannya tersangka dikenakan pasal 81 ayat 2 UU Republik Indonesia nomor 17 tahun 2016 tentang  perlindungan anak dan pasal 88 junto  pasal 761 UU Republik Indonesia no 35 tahun 2014 dengan ancaman 10 tahun (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *